Jumat Agung di GMIT Elim Dadibira (Alor), Kisah Yesus Melalui Parade Drama Via Laut

Jalan Salib Via Laut, Yesus (kiri/putih) dan Petrus yang menyangkal Yesus (kanan/ungu) yang diperankan oleh Jemaat Elim Dadibira.

Alor - Memperingati Jumat Agung, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Elim Dadibira melakukan Jalan Salib dengan Parade Drama Penangkapan Tuhan Yesus di Taman Getsemani Sampai penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota.

Jalan Salib dengan Parade Drama Penangkapan Tuhan Yesus di Taman Getsemani Sampai penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota ini dilakukan secara via laut menggunakan perahu motor kecil maupun besar di wilayah Desa Pura Utara, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/4/2021).

Pantau suarakampung.online di lokasi parade drama kesengsaraan Tuhan Yesus, terlihat ada beberapa jemaat yang berperan sebagai Tuhan Yesus dan Murid-Murid-Nya, Yudas yang menjual Yesus, Imam Besar Kayafas, Para Imam Agung, Herodes, Pilatus, serta Pengikut-Pengikut Tuhan Yesus.

Sebanyak belasan perahu motor yang disiapkan mengangkut warga Jemaat Elim Dadibira maupun jemaat dari luar yang ikut Jalan Salib sekaligus menyaksikan secara langsung kesengsaraan hingga Penyaliban Tuhan Yesus melalui Parade Drama tersebut dari Pantai Lang (Getsemani) menuju Pantai Vetabang (Golgota).

Setelah melakukan Parade Drama Penangkapan Tuhan Yesus di Taman Getsemani Sampai penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota, bertempat di Pantai Vetabang, Warga Jemaat Elim Dadibira mengikuti Kebaktian Jumat Agung yang berlangsung tertib walaupun diguyur hujan deras dan angin kencang selama beberapa jam.

Ketua Majelis Jemaat Elim Dadibira, Pdt. Jenny A. Missa, S.Si (Teol)., M.Sn menjelaskan Parade Drama Penangkapan Tuhan Yesus di Taman Getsemani Sampai Penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota merupakan salah satu program dalam Perayaan Hari-Hari Besar Umat Kristen.

"(Parade Drama) ini memang program (Keputusan) persidangan Majelis Jemaat Elim Dadibira di Januari 2021 (kemarin). Rencananya memang kita buat Paskah Bahari. (Ini memang) Jalan Salib tapi bukan lewat darat, tapi karena (Paskah) Bahari jadi kita via laut (perahu motor)," ujar KMJ Jenny Missa kepada Media ini setelah kebaktian Jumat Agung selesai.

Terkait alur Parade Drama dari Pantai Lang menuju Pantai Vetabang, Lulusan Teolog itu menjelaskan semua peranan yang ditampilkan disusun dari Kitab Suci Umat Kristen.

"Memang skrip drama, kita susun dari Empat Kitab Injil yang bercerita tentang kesengsaraan (Tuhan Yesus), mulai dari Taman Getsemani sampai pada Bukit Golgota. Jadi memang skrip drama itu disusun (dikutip) dari cerita Alkitab langsung yang kemudian dibagi. Ada Narator (Pemandu), ada Pemain (Peran) yang melakoni tokoh-tokoh yang ada (dalam Kitab Injil). Tapi kisahnya itu dicopy paste (di ramu) dari Empat Injil (Alkitab) menjadi satu cerita," jelas Jenny.

Tentang beberapa titik persinggahan dalam perjalanan dari Pantai Lang menuju Pantai Vetabang dalam Parade Drama tersebut, Ketua Majelis Jemaat Elim Dadibira itu bercerita terkait perjalanan Tuhan Yesus dari Taman Getsemani menuju Bukit Golgota.

"Seperti yang dikisahkan (dalam) Injil Lukas (Parade Drama) tadi, kita star dari Taman Getsemani (Pantai Lang), kemudian Yesus dibawa ke Herodes. Setelah dari Herodes (Herodes) kasih ke Pilatus kembali ke Herodes, kembali ke Pilatus kemudian diputuskan Yesus dihukum mati. Jadi memang rentetan ceritanya, kita berhenti di beberapa tempat itu untuk itu (Kisah Tuhan Yesus)," urainya.

"Jadi titik pertama di (Pantai) Lang itu bercerita tentang Yesus dan Murid-Murid berdoa di Taman Getsemani. Lalu di (Pelabuhan) Abila itu mengisahkan tentang Yesus di hadapan Herodes lalu di Pantai Manapa itu Yesus di hadapan Pilatus baru di (Pantai) Baoria Yesus di halaman Mahkamah Agama, diolok-olok. Lalu yang terakhir di Pantai Vetabang ini Lokasi Penyaliban," tutur Jenny.

Lokasi Penyaliban Yesus bersama dua orang lainnya di Bukit Golgota (Pantai Vetabang) yang diperankan oleh Jemaat Elim Dadibira.

Delila Teramahi salah satu Jemaat Elim Dadibira menyampaikan hal yang sama tentang Parade Drama Penangkapan Tuhan Yesus di Taman Getsemani Sampai Penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota.

"(Jalan Salib) sering dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Ini sudah diprogramkan di tahun 2021 Hari Raya Paskah Bahari ini dilakukan. Sehingga hari ini terlaksana," tuturnya.

Warga Jemaat Elim Dadibira sangat antusias dengan penuh tangisan sepanjang Parade Drama tersebut teringat kisah Kesengsaraan sampai Penyaliban Tuhan Yesus dari Taman Getsemani menuju Bukit Golgota.

Menahem Lapokoli punya kisah tersendiri berperan sebagai Tuhan Yesus dalam Parade Drama tersebut. Ia merasa sedih ketika mengalami dengan sendiri saat ditangkap, disiksa, dipukul, dihujat dan disalibkan.

"Seperti yang diceritakan dalam Firman Tuhan. Tadi saya menangis juga. Saya merasa betul-betul kesengsaraan Yesus ini, saya betul menghayati (merasakan) sekali. Saya merasa sedih juga disalib," ungkapnya.

Turut ikut serta dalam rangkaian Parade Drama Penangkapan Tuhan Yesus di Taman Getsemani Sampai penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota, Ketua Majelis Klasis Alor Barat Laut, Simon Petrus Amung.***(Markus Kari)

Posting Komentar

3 Komentar

Go health mengatakan…
lokasi nya masih sangat asri , dimana ini gan lokasi nya ?
Unknown mengatakan…
Di Pulau Pura Tepat Pura Barat, Kabupaten Alor NTT