Balai Jasa Konstruksi Kementerian PUPR Menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Kepada Siswa SMK Negeri Bakalang


Alor - Tim Sertifikasi dan Asesor Kompetensi Kerja Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan SMK Negeri Bakalang menggelar Kegiatan Sertifikasi Juru Gambar Arsitektur Bagi Calon Lulusan SMK di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/5/2021).

Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Bakalang, Desa Batu, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 31 siswa-siswi SMK Negeri Bakalang mengikuti kegiatan kompetensi tersebut.

Kegiatan dimulai sekitar jam 8 pagi diawali dengan Rapid Tes seluruh peserta yang mengikuti kompetensi yang dilakukan oleh Tim Medis Klinik Pratama El Shaddai Medika dan penyerahan cinderamata dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya kepada SMK Negeri Bakalang. Selanjutnya peserta diperhadapkan dengan Uji Kompetensi tertulis, wawancara dan praktek komputer.

Tim Medis Klinik Pratama El Shaddai Medika saat melakukan Rapid Tes kepada peserta Uji Kompetensi.

Ketua Pelaksana Sertifikasi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Bagi Calon Lulusan SMK Negeri Bakalang, Arfiq Khoiron, S.Kom saat ditemui suarakampung.online di Kantor Kepala SMK Negeri Bakalang mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

"Jadi, kita mengacu pada amanat Undang-Undang nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi (red), bahwa setiap tenaga kerja konstruksi itu harus mempunyai sertifikat," tuturnya.

"Setiap tenaga kerja konstruksi yang lulusan SMK Vokasional. Dia begitu lulus dari SMK (Dia) selain mempunyai Ijazah harus mempunyai sertifikat keterampilan," jelas Arfiq.

Lebih lanjut, Ketua Pelaksana sertifikasi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya itu menerangkan kegiatan yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan merupakan kerjasama antara Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Untuk SMK Negeri Bakalang (sendiri) ini. Itu DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan) berarti catatan kerja Juru Gambar Arsitektur," terangnya.

Direktorat Jenderal Bina Kontruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, kata Arfiq, mempunyai wilayah kerja di enam Provinsi, yakni Provinsi DKI Yokyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

"Untuk konstruksi di Alor itu ada 3 SMK yakni SMK Negeri 3 Kalabahi, SMK Negeri 4 Kalabahi dan SMK Negeri Bakalang. Untuk SMK Negeri 3 Kalabahi sudah kita melaksanakan yaitu MTB (Mandor Tukang Batu Bata Beton). Untuk SMK Negeri 4 Kalabahi untuk jurusan Juru Gambar Arsitektur dan untuk SMK Negeri Bakalang hari ini kita melaksanakan Juru Gambar Arsitektur juga," papar Arfiq.

"SMK Negeri Bakalang ini kan bidangnya di konstruksi (pastinya) bekerja di bidang konstruksi. Sebelum (tenaga itu) bekerja di bidang konstruksi, (dia) sudah mempunyai sertifikat keterampilan sesuai dengan amanat Undang-Undang tadi (nomor 2 tahun 2017) itu kan. Setiap tenaga kerja konstruksi mempunyai sertifikat konstruksi kompetensi yang ia miliki. Jadi ada sanksi hukumnya apabila suatu pekerjaan konstruksi, dia mempekerjakan tenaga kerja yang tidak bersertifikat, maka pekerjaan itu bisa dihentikan atau tenaga kerjanya dikeluarkan dari pekerjaan itu," tandasnya.

Untuk memastikan peserta tersebut kompeten atau belum kompeten, kata Arfiq, Tim Asesor memiliki tiga unsur penilaian yakni, Kemampuan, Pengetahuan, dan Perilaku atau Attitude.

"Jadi apabila peserta mahir (kemampuan) dan pengetahuannya luas, tapi secara Attitude tidak mendukung (maka) otomatis dia belum dinyatakan kompeten," pungkasnya.

Benedictus Kelen, Tim Asesor Kegiatan Uji Sertifikasi Bagi Calon Lulusan SMK Negeri Bakalang membenarkan tiga unsur penilaian Uji Kompetensi tersebut yakni Kemampuan, Pengetahuan, dan Perilaku atau Attitude.

"Dari hasil pelaksanaan tadi, kemampuan anak-anak (siswa) cukup baik. (Hanya) pemanfaatan teknologi itu yang perlu dimanfaatkan dengan baik (untuk) agar bisa mencari sesuatu yang baru untuk melengkapi kelemahan (kekurangan)," papar Beni. 

Para peserta pastinya sangat bersyukur, pasalnya kata Beni, sertifikat yang diperoleh bisa sangat mempermudah untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki.

"Sertifikat itu, kalau mereka tamat SMK itu sudah langsung bisa bekerja dengan melampirkan sertifikat kompeten. Jadi yang namanya lulusan SMK itu siap bekerja di dunia kerja bukan siap untuk menjadi seorang pengangguran," jelas Beni sembari mengungkapkan banyak perusahaan yang melirik kemampuan di bidang Juru Gambar Arsitektur.

"Ia berharap sertifikat ini jangan disalahgunakan oleh pemiliknya," pintanya.

Penyerahan Cinderamata Pelaksana Uji Sertifikasi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya (Harfiq/kiri) kepada SMK Negeri Bakalang diterima oleh Kepala SMK Negeri Bakalang (Nikolah D. Maro/kanan).

Sementara itu Kepala SMK Negeri Bakalang Nikolas D. Maro sangat berterima kasih kepada Tim Sertifikasi dan Asesor Kompetensi Kerja Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sudah hadir di SMK Negeri Bakalang.

Lebih lanjut kata Nikolas, SMK Negeri Bakalang sendiri menyiapkan dua kompetensi yakni TKB (Tempat Kegiatan Belajar) Bisnis Konstruksional Property dan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).

"Namun untuk Uji Kompetensi hari ini dua jurusan (Kompetensi) itu digabung (sebanyak 31 siswa-siswi)," paparnya.

Kepsek Nikolas juga berterima kasih kepada Tim Medis Klinik Pratama El Shaddai Medika yang telah memastikan kondisi siswa-siswi yang melakukan kegiatan tersebut dalam keadaan sehat.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar