Awali Prasetyo Hanif Kagum Dengan Tarian Wadi Dekopira

Awali Prasetyo Hanif (kanan/Anggota Pelaksana Uji Sertifikasi Kompetensi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya) dan Salmon Bako Pole (kiri/Pelukis dan Pelatih Tarian Wadi Dekopira).

Alor - Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang dikenal Tanah Seribu Peradaban memiliki beraneka ragam budaya, tari-tarian yang tidak dimiliki daerah lain.

Hal tersebut diungkapkan Awali Prasetyo Hanif, Anggota Pelaksana Uji Sertifikasi Kompetensi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setelah kehadirannya di SMK Negeri Bakalang disambut dengan Tarian Wadi Dekopira, Sabtu (22/5/2021). 

Menurutnya, Tarian Wadi (Menyambut Tamu) Dekopira, tidak ditemukan di daerah lain. Awali mengungkapkan, sudah kali ketiga Ia ke Nusa Tenggara Timur dan baru pertama kali melihat Tarian tersebut di Kabupaten Alor.

"Yang jelas saya kaget dan kagum karena belum pernah melihat (Tarian Wadi) seperti itu. Dan ini juga saya pertama kali (perdana) datang ke Alor (dan) di NTT juga sudah ketiga kalinya. Tapi, ketiga (kalinya) ini yang ada penyambutan seperti itu," ungkap Awali.

"Dan rasanya itu lebih kental (budayanya) bangat dengan adatnya masih ada," tandasnya.

Tak lupa juga, Awali mengajak generasi muda khususnya siswa-siswi agar melestarikan dan mencintai budaya Alor.

"Saran saya, yang muda-muda lebih melestarikan (budaya) lagi. Untuk generasi muda itu lebih cintai budayanya. Jangan sampe budayanya itu diambil asing baru kita mencintainya," tutur pria asli Jawa itu.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar