Berpotensi Banjir Besar dan Beresiko Ke Seluruh Warga Jika Kali Tidak Dinormalisasikan, Keluarga Besar Desa Kaleb Di Rantauan Mohon Bantuan Semua Pihak

"Open Donasi Peduli Masyarakat Kaleb. Banjir Hilang, Kehidupan Lancar"

Alor - Pasca bencana Siklon Tropis Seroja yang mencekam hampir seluruh wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, April 2021. Kondisi rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur jalan raya rusak parah hingga terbentang kali baru di beberapa titik.

Berbagai bantuan kemanusiaan secara organisasi maupun pribadi dan para dermawan kepada masyarakat terdampak korban bencana Seroja terus berdatangan. Salah satunya dari Keluarga Besar Desa Kaleb Di Rantauan.

Desa Kaleb merupakan salah satu diantara puluhan Desa di Kabupaten Alor, NTT  terkena dampak paling parah. Ratusan warga kehilangan dan kerusakan rumah bahkan terbentang lima kali baru di pemukiman warga.

Sebagai Anak Kandung sendiri, Keluarga Besar Desa Kaleb Di Rantauan tidak tinggal diam melihat kondisi dan jeritan orangtua serta sanak saudara di kampung halaman. Walaupun dari kejauhan, mereka terus berupaya mencari solusi dan melakukan aksi penggalangan dana. Tak tanggung-tanggung aksi itupun terus berlanjut. Fokus mereka yakni normalisasi kali yang berhubungan langsung dengan pemukiman warga.

Kondisi kali di pemukiman warga, Desa Kaleb. Dok; 4 April 2021.

"Banjir melumpuhkan aktivitas, mengingat Pasca Badai Seroja beberapa (April) waktu lalu kondisi kali di Desa Kaleb sangat memprihatikan," tulis Roy M. Waang, Keluarga Besar Desa Kaleb Di Rantauan di pamflet yang diterima media ini, Selasa (8/6/2021).

"Sangat berpotensi terjadinya banjir dikemudian hari dengan skala besar dan sangat beresiko untuk seluruh warga jika tidak segera dinormalisasi (menggunakan alat berat)," sambungnya.

Pemerintah Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, NTT membenarkan belum adanya normalisasi kali khususnya yang rawan banjir besar ketika terjadi hujan.

Kepala Desa Kaleb Onesius Tuati mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada solidaritas Keluarga Besar Desa Kaleb Di Rantauan yang terus menaruh perhatian terhadap kondisi Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja.

"Terima kasih atas kepeduliannya. Hal nomalisasi, ada tempat yang harus segera tangani mengingat musim hujan yang mendekat yaitu kali air Tamalabang dan kali tengah kampung," ujar Kades Tuati saat dihubungi suarakampung.online via whatsApp.

"Memang ada upaya-upaya dari pemdes dan semua elemen yang ada di desa. Cuman masih kekurangan biaya pengadaan alat berat," sambungnya.

Lebih lanjut, kata Tuati, bencana Siklon Tropis Seroja dikualifikasikan skala nasional sehingga membutuhkan perhatian dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

"Bencana ini nasional pasti ada perhatian dari Pemerintah Pusat. Namun waktunya belum pasti entah kapan, tahun ini tahun depan belum pasti," ujar Kades Kaleb.

"Ada upaya pemdes yang bekerja sama dengan gereja, sekolah, dll dalam bentuk uluran tangan demi normalkan kali yg ada. Dalam waktu dekat ini ada musyawarah desa tentang maksud (normalisasi kali) ini. (Termasuk) perhatian saudara-saudari di rumah rantauan," tandasnya.

"Awal rencana sudah ada, alat berat sudah didatangkan. Masih di Desa Nule. Sambil menunggu kumpul tangan, baru kegiatan (normalisasi kali) mulai berjalan," pungkas Kades Kaleb.

Maka dari itu Keluarga Besar Desa Kaleb Di Rantauan meminta dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk memperlancar serta mempercepat normalisasi kali di Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

"Transfer donasi bisa melalui via rekening Bank BRI 112701032191505 atas nama Ema Angelina Illu. Info donasi dan selengkapnya bisa hubungi nomor kontak 0812 8934 9717 atas nama Roy M. Waang," pinta Roy. ***(MK).

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar