Prosesi Upacara Pemakaman Kedinasan dan Kisah (Alm) Edison Waang Hingga Disebut Tokoh

Penghormatan terakhir kepada (Alm) Edison Waang sebelum jenasah dikuburkan (Foto: Ist).

Alor - Prosesi penguburan jenazah Almarhum Edison Waang, Ayahanda Roy Marten Waang diawali dengan Upacara Pemakaman Kedinasan bertempat di Rumah (Alm) Padangsul, Desa Kaera, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/7/2021) siang.

Upacara Pemakaman Kedinasan ini diikuti oleh Aparatur Pemerintah Desa Kaera, Gereja, Keluarga dan seluruh masyarakat Kaera.

Duka dan kesedihan yang sangat mendalam bagi masyarakat Pantar, Alor secara umum atas kepergian sosok (Alm) Edison Waang.

Almarhum sangat dikenal secara luas karena sebagai salah satu pelopor berdirinya dan perkembangan Desa Kaera oleh masyarakat setempat.

Sejak terbentuknya Desa Kaera di tahun 90_an, Almarhum Edison Waang menduduki jabatan strategis dalam hal pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan Desa Kaera hingga akhirnya (Alm) diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terakhir Almarhum bertugas di SMP Negeri Padangsul.

Seiring dengan peristiwa kematian tersebut, Pemerintah Desa Kaera turut merasakan Dukacita bersama keluarga Almarhum Bapak Edison Waang disaksikan dalam prosesi upacara pemakaman kedinasan dengan kehadiran Kepala Desa Kaera Ariston Illu sebagai Inspektur Upacara beserta jajarannya.

"Kaera berduka, hari ini telah dipanggil pulang warga Desa Kaera atas nama Bapak Edison Waang ke pangkuan sang pemilik kehidupan. Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambilnya. Atas nama Pemdes Kaera mengucapkan turut berdukacita yang mendalam😭😭😭," tulis Kades Ariston Illu dalam balutan kesedihan yang sangat mendalam.

(Alm) Edison Waang (Ist)

Mengingat Sekilas (Alm) Bapak Edison Waang dari Masyarakat Desa Kaera

"Saya menyebutkan Bapak Edison Waang adalah salah satu tokoh Kaera, karena sejak Desa Kaera berdiri di bawah kepemimipinan Bapak Esau Illu. Bapak Edison Waang (Alm)  merupakan salah satu tonggak yang memikirkan tentang maju mundurnya desa Kaera. (Karena) beliau berada di posisi Sekretaris Desa, yang tentu dengan tekun memikirkan, merancang dan membangun bersama Desa Kaera," tulis Wilianus Illu di salah satu kolom komentar yang dihimpun Media ini Rabu malam.

"Kemudian pada masa periode berikutnya Desa Kaera dikepalai oleh Bapak Elisa Leng. Saat itu Bapak Edison Waang (Alm) masih menjadi Sekretaris Desa. Periode berikutnya dipimpin oleh Bapak Nataniel Dollu Serang. Beliau juga menjadi Sekretaris Desa. Kemudian periode lanjutan masih menjadi Sekretaris Desa. Belum sampai selesai masa jabatannya beliau diangkat menjadi PNS. Karya dan pengabdianmu kiranya terus diingat oleh generasi Kaera berikutnya mengingat berdirinya Desa Kaera sampai dengan saat ini," kisahnya.

Sementara Roy Marten Waang Anak dari (Alm) Edison Waang kepada Media ini, sangat terpukul (hatinya) mendengar kabar dukacita datang dari wilayah yang dikenal kampung diatas awan itu. Pasalnya Roy tengah berada di Jawa Tengah.

"Meninggal di Kabir (Kecamatan Pantar, Alor) Senin kemarin," kata Roy Via WhatsApp dengan sedih.

"Bapak saya itu setahu saya, dia (Alm) mudah bergaul dengan semua orang, mudah beradaptasi dengan semua orang. Orangnya  sangat ceria, berjiwa sosial umumnya. Itu saja yang saya tahu karena kami (saya dan adik) juga berpisah lama kurang lebih 7 tahun karena dia (Alm) kirim (bawa) saya ke Jakarta untuk kuliah. Pokoknya orangnya sangat sahaja," ungkap Roy dengan sedih***(MK)

Posting Komentar

0 Komentar